{"id":164,"date":"2016-05-30T20:32:31","date_gmt":"2016-05-30T12:32:31","guid":{"rendered":"http:\/\/www.imah.org.hk\/?page_id=164"},"modified":"2017-06-10T14:11:32","modified_gmt":"2017-06-10T06:11:32","slug":"aqeedah-morals","status":"publish","type":"page","link":"https:\/\/imah.org.hk\/id\/aqeedah-morals\/","title":{"rendered":"Aqeedah Morals"},"content":{"rendered":"<p>&nbsp;<\/p>\n<h3>A- Pengertian Akidah Akhlak<\/h3>\n<p><img loading=\"lazy\" class=\"size-full wp-image-165 alignright\" src=\"https:\/\/imah.org.hk\/wp-content\/uploads\/2016\/05\/Aqeedah-Morals-res.png\" alt=\"Aqeedah Morals res\" width=\"200\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/imah.org.hk\/wp-content\/uploads\/2016\/05\/Aqeedah-Morals-res.png 200w, https:\/\/imah.org.hk\/wp-content\/uploads\/2016\/05\/Aqeedah-Morals-res-100x150.png 100w\" sizes=\"(max-width: 200px) 100vw, 200px\" \/>Menurut bahasa, kata aqidah berasal dari bahasa Arab yaitu [\u0639\u064e\u0642\u064e\u062f\u064e-\u064a\u064e\u0639\u0652\u0642\u0650\u062f\u064f-\u0639\u064e\u0642\u0652\u062f\u064b] artinya adalah mengikat atau mengadakan perjanjian. Sedangkan\u00a0Aqidah menurut istilah adalah urusan-urusan yang harus\u00a0dibenarkan oleh hati dan diterima dengan rasa puas serta terhujam\u00a0kuat dalam lubuk jiwa yang tidak dapat digoncangkan oleh badai\u00a0subhat (keragu-raguan).\u00a0Dalam definisi yang lain disebutkan bahwa aqidah adalah\u00a0sesuatu yang mengharapkan hati membenarkannya, yang membuat\u00a0jiwa tenang tentram kepadanya dan yang menjadi kepercayaan yang\u00a0bersih dari kebimbangan dan keraguan.<br \/>\nBerdasarkan pengertian-pengertian di atas dapat dirumuskan\u00a0bahwa aqidah adalah dasar-dasar pokok kepercayaan atau keyakinan\u00a0hati seorang muslim yang bersumber dari ajaran Islam yang wajib\u00a0dipegangi oleh setiap muslim sebagai sumber keyakinan yang\u00a0mengikat.<\/p>\n<p>Sementara kata \u201cakhlak\u201d juga berasal dari bahasa Arab, yaitu [\u062e\u0644\u0642] jamaknya \u00a0[\u0623\u062e\u0644\u0627\u0642]\u00a0yang artinya tingkah laku, perangai tabi\u2019at, watak, moral atau budi pekerti.\u00a0Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, akhlak dapat diartikan\u00a0budi pekerti, kelakuan. Jadi, akhlak merupakan sikap yang telah melekat pada diri\u00a0seseorang dan secara spontan diwujudkan dalam tingkah laku atau\u00a0perbuatan. Jika tindakan spontan itu baik menurut pandangan akal dan\u00a0agama, maka disebut akhlak yang baik atau akhlaqul karimah, atau\u00a0akhlak mahmudah. Akan tetapi apabila tindakan spontan itu berupa\u00a0perbuatan-perbuatan yang jelek, maka disebut akhlak tercela atau\u00a0akhlakul madzmumah.<\/p>\n<div id=\"themify_builder_content-164\" data-postid=\"164\" class=\"themify_builder_content themify_builder_content-164 themify_builder themify_builder_front\">\n\n\t<\/div>\n<!-- \/themify_builder_content -->","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>&nbsp; A- Pengertian Akidah Akhlak Menurut bahasa, kata aqidah berasal dari bahasa Arab yaitu [\u0639\u064e\u0642\u064e\u062f\u064e-\u064a\u064e\u0639\u0652\u0642\u0650\u062f\u064f-\u0639\u064e\u0642\u0652\u062f\u064b] artinya adalah mengikat atau mengadakan perjanjian. Sedangkan\u00a0Aqidah menurut istilah adalah urusan-urusan yang harus\u00a0dibenarkan oleh hati dan diterima dengan rasa puas serta terhujam\u00a0kuat dalam lubuk jiwa yang tidak dapat digoncangkan oleh badai\u00a0subhat (keragu-raguan).\u00a0Dalam definisi yang lain disebutkan bahwa aqidah adalah\u00a0sesuatu yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"parent":0,"menu_order":0,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","template":"","meta":[],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/imah.org.hk\/id\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/164"}],"collection":[{"href":"https:\/\/imah.org.hk\/id\/wp-json\/wp\/v2\/pages"}],"about":[{"href":"https:\/\/imah.org.hk\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/page"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/imah.org.hk\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/imah.org.hk\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=164"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/imah.org.hk\/id\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/164\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":247,"href":"https:\/\/imah.org.hk\/id\/wp-json\/wp\/v2\/pages\/164\/revisions\/247"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/imah.org.hk\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=164"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}